Minggu, 17 April 2011

Membuka Rezeki dengan Sholat Dhuha

Kekuatan sholat Dhuha dalam membuka pintu Rezeki
“Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang yang menampakkannya, demi malam apabila menutupinya, demi langit serta membinanya, demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Dia mengilhamkan kepadanya kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”(QS. As-Syams:1-10).

Ali bin Abi Thalib ra, berkata,”Rasulullah saw, shalat dhuha pada saat (ketinggian) matahari di sebelah timur sama dengan ketinggiannya pada waktu shalat Ashar di sebelah barat”.

Shalat dhuha dilakukan untuk meneguhkan langkah dan perwujudan dari doa-doa saat shalat tahajud di tengah malam, ditengah aktifitas yang kita jalankan. Shalat dhuha untuk menemani kita saat kelelahan bekerja di terik siang, sebelum shalat dhuhur dilakukan. Shalat dhuha dilakukan merupakan ucapan syukur dari siang yang telah dilakukan dan aktivitas yang tengah dilakukan.

Nama lain shalat dhuha adalah shalat awwabin orang-orang arab menyebutnya sebagai shalat memohon taubat, shalat isyraq adalah shalat saat terbit matahari pengertiannya merujuk pada permulaan masuknya waktu shalat dhuhur.
Keutamaan shalat dhuha, orang yang melakukan dua rakaat tercatat sebagai orang yang tidak lalai, orang yang melakukan empat rakaat sebagai ahli ibadah dan gemar melakukan hal-hal kebaikan, orang yang melakukan enam rakaat akan terjaga dari perbuatan dosa sepanjang hari itu, orang yang melakukan delapan rakaat tercatat sebagai orang-orang taat dan sukses, orang yang melakukan dua belas rakaat akan dibuatkan rumah indah didalam surga.

Nabi Muhammad saw bersabda,”Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab al dhuha (pintu dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada  yang memanggil,’dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat dhuha?’inilah pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang (rahmat) Allah”.
Apa sih kekuatan dari sholat dhuha itu..? Shalat dhuha dilakukan dua rakaat, tidak langsung dilakukan 4 rakaat. Sinar waktu dhuha merupakan pertanda dimulainya aktivitas kehidupan dibelahan bumi yang terkena pancarannya. Waktu dhuha adalah waktu ketika kondisi sinar matahari berada pada puncak konduktivitasnya untuk mendukung segala bentuk kegiatan manusia dan cita-cita yang diraih.
حضلاو
(Demi waktu dhuha), begitulah Allah SWT berfirman dalam QS.Ad-Dhuha ayat 1. hal ini menggambarkan betapa waktu dhuha merupakan waktu yangsangat berharga, sehingga Allah pun menganjurkan manusia untuk melaksanakan shalatsunnah di waktu dhuha, supaya dipermudah olehNya mendapatkan rizki di dunia.
Begitu  banyak orang-orang yang memiliki pengalaman yang unik dibalik hikmah yang terkandung dalam shalat sunnah dhuha, salah satunya adalah teman sayasebut saja namanya Ahmad.
Ahmad adalah seorang yang periang, berasal dari keluargayang sederhana, tidak terlalu pintar tetapi mempunyai perangai yang baik sehinggasangat disukai oleh teman-temannya.Tujuh tahun yang lalu ia belajar disalah satu Pondok Pesantren Modern diJawa Barat.
Waktu itu dipesantren  para santri diwajibkan untuk membayar uangsebesar Rp. 150.000/ bulan untuk pembayaran SPP yang sudah termasuk uang makan,sewa penginapan/asrama, listrik dll.
Pada tahun 3 tahun pertama (perlu diketahui para santri belajar di pondok selama 6tahun/ setara dengan kelas 1 SMP – 3 SMA) Ahmad belajar di Pondok tersebut, ia bisamemenuhi kewajibannya membayar SPP setiap bulannya, namun menginjak tahun keempat,  pada tahun 2002 disebabkan kenaikan BBM, pembayaranpun naik dari Rp150.000,- menjadi Rp. 200.000,-.
Dan lebih naasnya lagi keluarga Ahmad mendapat musibah, usaha keluarga mereka mengalami kebangkrutan sehingga ia sudah tidak sanggup lagi membayar  kewajibannya. Akhirnya keluarga untuk mengeluarkan Ahmaddari Pondok pesantren.  
Namun Ahmad mempunyai keinginan yang gigih untuk terusbelajar di Pondok tersebut, sehingga ia pun  berkonsultasi dengan pihak pondok pesantren,beruntung, atas kemurahan Allah SWT melalui pihak pondok pesantren akhirnyaAhmad diberi keringanan, iuarannya tidak ikut dinaikan sehingga ia hanya diwajibkanmembayar iuran sebesar Rp. 150.000,-.Namun ternyata cobaan belum berakhir, keluarga Ahmad masih belum sanggup. Namun pada akhirnya ia menjalankan ibadah Tahajud dan dhuha dengan ikhlas minimal 2 rakaat setiap harinya. Dengan hidayah dan kekuatan Allah SWT, ada sebuah mukjizat yang datang yaitu saudara ahmad datang untuk mondok di pesanteren tersebut. Singkat cerita ahmad mendapat bantuan biaya sampai selesai.
Itulah kekuatan sholat dhuha untuk membuka pintu rezeki ..
Coba kita bayangkan apabila kita di berikan kesempatan untuk menjalani sebuah usaha yang di iiringi oleh sholat dhuha maka insya allah usaha tersebut akan berjalan dengan baik..
Nah bicara usaha, saya memiliki sebuah peluang usaha yang mudah dan murah untuk modalnya yaitu hanya sepuluh ribu rupiah..
Bagaimana , coba anda klik aja :

Usaha di mulai dengan hidayAH...
Insyaallah bermanfaat dan penuh berkAH..
Saya percaya bahwa pertemuan kita hari ini adalah kehendak Tuhan Yang Maha KuASA..
supaya hidup kita menjadi tambah luarbiASA

Salam Bahagia & Sukses Selalu
  
Jutawan 88
Web      :
Hp          : 082118797227

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar